• kalender

    Desember 2016
    S S R K J S M
    « Des    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Link

Nova Zainal Tak Tahu Skuad PSS

TRIBUNJOGJA.COM, PURBALINGGA – Gelandang serang PSIM, Nova Zainal, mengaku tak mengetahui skuad tim PSS Sleman. Alasan itulah yang membuat dirinya juga tak mengetahui bahwa tim yang dihadapinya, Selasa (6/12/2011) adalah tim Porprov Sleman, bukan PSS Sleman yang sebenarnya. “Lha kan namanya tetap disebut PSS, saya kira ya memang PSS, karena saya juga nggak tahu pemain-pemain mereka yang sebenarnya,” ujar Nova, saat dihubungi Tribun Jogja melalui telepon selulernya.

Meski demikian, Nova tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, sebagai pemain sepak bola profesional, siapapun lawannya, memiliki nilai yang sama saja.

Ia pun mengaku tetap merasa senang lantaran timnya dapat meraih kemenangan pada laga tersebut. Bahkan, Nova pun sempat menyumbangkan satu gol yang membawa kemenangan bagi timnya. “Saya sih tetap menikmati pertandingan, dan tentunya senang karena kami bisa menang,” tambahnya.

Hanafing Menyesal Turunkan Tim Inti Hanya Hadapi Tim Porprov Sleman

TRIBUNJOGJA.COM, PURBALINGGA – PSIM memang berhasil memetik kemenangan dalam laga pamungkas turnamen Purbalingga Cup 2011, Selasa (6/12/2011). Namun pelatih PSIM, Hanafing, mengaku tak terlalu puas dengan torehan anak asuhnya tersebut.

Pasalnya, tim asuhannya hanya melawan tim Porprov Sleman yang berisikan materi pemain-pemain junior. Padahal, sejak awal ia telah mempersiapkan skuad terbaiknya lantaran mengetahui bahwa ia akan menghadapi PSS Sleman. “Kalau tahu begitu saya tak akan turunkan tim inti, mending tim pelapis atau para pemain magang saja,” ujar mantan pelatih PSM Makassar dan PSIS Semarang ini, seusai laga.

Ia berujar sebenarnya dirinya ingin mencoba skuad intinya dalam pertandingan ini. Menurutnya, PSS Sleman merupakan lawan yang sepadan untuk menguji kesiapan tim besutannya dalam mengarungi kompetisi divisi utama musim depan. “Ya akhirnya saya hanya bisa melihat anak-anak main dengan tim junior, bukan melawan PSS,” katanya.

PSIM Tetap Dapat Pelajaran Berharga

TRIBUNJOGJA.COM, PURBALINGGA – Meski batal melawan tim inti PSS Sleman, pelatih PSIM, Hanafing, menuturkan timnya tetap mendapat pelajaran berharga dalam pertandingan pamungkas Purbalingga Cup, Selasa (6/12/2011). Ia menyebut anak asuhnya dapat belajar saat menghadapi tim dengan pola permainan bertahan total.

Turun dengan skuad terbaiknya, PSIM memetik keunggulan 3-1 atas tim Proprov Sleman yang menggantikan posisi PSS Sleman. Meski demikian, Hanafing menyebut kemenangan tersebut juga terbilang tak mudah. “Mereka (Porprov Sleman) bermain sepakbola negatif dengan menumpuk pemainnya di kotak penalti, jadi kami pun kesulitan,” kata Hanafing kepada Tribun Jogja, Selasa (6/12/2011) petang.

Hal itulah yang disebut Hanafing sebagai pelajaran berharga bagi Nova Zainal cs. Menurutnya, para pemain dapat belajar bagaimana cara membongkar pertahanan tim yang menerapkan permainan seperti itu. “Nanti pas kompetisi sebenarnya, pasti banyak tim yang juga menerapkan strategi seperti itu, jadi anak-anak bisa belajar dari laga ini,” tuturnya.

Ranu Diberi Waktu Sepekan

TRIBUNJOGJA.COM, PURBALINGGA – Pemain anyar yang baru merapat ke kubu PSIM, Ranu Tri Sasongko, langsung diturunkan menjadi starter saat PSIM melakoni laga pamungkas melawan tim Porprov Sleman, Selasa (6/12/2011). Bahkan mantan pemain timnas U-21 tersebut menyumbangkan satu gol untuk kemenangan Parang Biru.

Pelatih PSIM, Hanafing, pun menyambut baik penampilan positif dari Ranu. Ia pun memberi kesempatan pada pemain tersebut untuk membuktikan kualitasnya sebagai pemain depan yang layalk direkomendasikan. “Dia mantan anak asuh saya dulu sewaktu di Persegres, dia memang bagus, tapi belakangan memang sempat menurun,” terang pelatih berlisensi A AFC ini.

Meski demikian, Hanafing tetap akan memantau Ranu selama menjalani seleksi bersama Abda Ali cs. Menurutnya, dengan adanya Ranu, ia akan memiliki tambahan opsi untuk posisi lini depan. “Saya sudah katakan pada Ranu bahwa saya beri waktu dia satu minggu untuk menunjukkan kualitasnya,” tambah Hanafing.

Laga awal PSIM tanpa Hanafing

JOGJA—Kick Off kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012 bakal digelar 15 Desember mendatang. Di awal kompetisi skuat PSIM dipastikan bakal melakoni sejumlah laga tanpa kehadiran pelatih kepala Hanafing.

Padahal pelatih merupakan sosok penting dalam tim. Jika pelatih berhalangan atau tak bisa mendampingi timnya saat berlaga, jelas kerugian besar bagi tim tersebut. Inilah yang mungkin bakal dihadapi PSIM.

Pelatih berlisensi A AFC ini absen menyusul keikutsertaannya dalam pelatihan pelatih di Thailand pada pertengahan Desember mendatang.

“Saya memang ada rencana untuk ke Thailand. Mungkin seminggu di sana. Saat ini kan level saya masih C [lisensi A level C]. Di sana nanti saya akan ikut level B, AFC yang mengundang saya ke sana. Bakal banyak ilmu sepak bola yang bisa didapat dan nantinya tentunya akan bermanfaat bagi persepakbolaan Indonesia,” kata instruktur pelatih nasional itu kepada Harian Jogja, Minggu (4/12).

Untuk memantapkan langkah itu, Hanafing pun mengakui telah mengurus paspor agar nanti dirinya tidak banyak mengalami permasalahan di negeri Gajah Putih itu. Rencananya, seusai mendapatkan izin dari pihak manajemen, mantan pemain Timnas ini akan berangkat. Usai dari kursus kepelatihan itu, direncanakan Hanafing bakal menyalurkan ilmunya tidak hanya kepada skuat PSIM namun juga kepada pelatih lainnya.

“Entah nanti di sana [Thailand] saya dapat model dan perkembangan taktik sepak bola yang terbaru tentu nantinya akan sangat berguna bagi perkembangan sepak bola,” terangnya.

Namun manajemen PSIM memastikan absennya Hanafing tidak akan banyak berpengaruh pada penampilan Abda Ali dan kawan-kawan. Meski bakal dihadapkan dengan sederet laga yang harus dilakoni, namun permasalahan ini dipastikan tidak akan berdampak langsung terhadap tim.

“Kalau seminggu, jelas tidak akan banyak berpengaruh. Lagian ini untuk karier Hanafing. Tidak akan ada masalah. Kami masih punya asisten pelatih yang bisa mendampingi anak-anak nantinya,” kata Direktur Utama PSIM, Yoyok Setyawan terpisah.

Mantan GM PSIM 2005 itu berharap seusai menjalani kursus kepelatihan di Thailand, ke depannya banyak dampak positif yang bakal diperoleh PSIM. Ilmu yang didapatkan mantan pemain Niac Mitra itu diharapkan bisa diterapkan bagi skuat PSIM dan pelatih yang ada di Jogja. “Kami berharap ilmu yang didapatkannya nanti juga memberi dampak positif terhadap kemajuan sepak bola di Jogja,” pungkasnya.(Harian Jogja)

Lawan PSS, PSIM ubah strategi

JOGJA—PSIM akan tampil full team saat berhadapan dengan saudara mudanya, PSS pada laga pra kompetisi, dalam gelaran Persibangga Cup 2011, di Stadion Goentoer Darjono, Selasa (6/12) besok.

Pelatih PSIM, Hanafing mengatakan laga menghadapi skuat Super Elang Jawa (Elja) pihaknya memastikan bakal memasang skuat utamanya. Tak hanya itu sejumlah perubahan strategi dipastikan juga bakal diterapkan, dengan meraih poin penuh atas anak asuh Widiantoro.

“Saya tidak akan menganggap remeh Sleman. Saya akan pasang pemain inti. Sejauh ini saya sudah tahu bagaimana karakter permainan mereka,” kata mantan arsitek PSIS Semarang dan PSM Makassar itu, kepada Harian Jogja, Sabtu (3/4) di Hotel Kencana Purbalingga.

Sejumlah kelemahan dalam penyelesaian akhir yang selama ini menjadi kendala bagi PSIM jelang kompetisi, diakui Hanafing sedikit demi sedikit mulai dibenahi.

Belum adanya striker yang berpengalaman dan haus gol, memang menyulitkan pihaknya untuk meraih kemenangan. Namun, strategi yang dilakukan seperti saat menghadapi PSCS Cilacap dan Persibangga Purbalingga dipastikan akan mampu menutup kelemahan itu.

Di sisi lain, telah deal-nya M Rifky dengan manajemen membuat amunisi PSIM di lini depan semakin bertambah. Eks striker Sriwijaya FC ini kemungkinan bakal diturunkan saat melawan PSS.

“Saat ini memang masalah penyelesaian akhir masih jadi kendala bagi kami. Kami tidak punya striker yang mumpuni, tapi saya yakin masalah ini akan bisa diatasi,” terang eks pemain Niac Mitra itu.

Adapun terkait dengan belum deal-nya dua kiper yang berlabuh di PSIM, Agung Prasetya dan Afrianto, Hanafing berharap manajemen segera menyelesaikan masalah tersebut.

Keduanya memang sempat direkomendasikan ke manajemen untuk segera dikontrak. Namun, dalam perkembangannya besaran nilai yang diajukan keduanya cukup tinggi. “Ya, kalau masalah kiper, kalau bisa ya gunakan putra daerah. Agung itu kan orang Jogja sendiri. Namun semua terserah manajemen,” harapnya.

Di sisi lain hingga kini manajemen PSIM masih terus mendekati Agung Prasetyo. Kiper utama Laskar Mataram musim lalu itu hingga kini belum menemukan titik sepakat dengan nilai kontrak yang diajukan manajemen. “Belum. Sampai saat ini dia masih minta tinggi,” ucap Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan terpisah. mendatang.(Harian Jogja)

Tumpul, PSIM Ditahan Persebangga

PURBALINGGA (KR) – Tumpulnya lini depan masih menjadi masalah utama PSIM Yogya sebelum terjun dalam Kompetisi Divisi Utama. Ini terlihat saat ‘Laskar Mataram’ ditahan tuan rumah Persebangga Purbalingga tanpa gol dalam lanjutan Piala Bupati di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga, Sabtu (3/12) kemarin sore.

Hal itu juga diakui Direktur Utama PT PSIM Jogja, Yoyok Setiawan SE, yang menyaksikan langsung laga tersebut. “Secara tim, sebenarnya PSIM sudah tampil bagus. Peluang pun banyak tercipta. Namun karena lemahnya penyelesaian akhir, membuat banyak peluang terbuang,” ungkapnya kepada KR seusai laga.

Untuk mengatasinya, menurut Yoyok PSIM masih butuh tambahan penyerang yang punya naluri gol tinggi. Untuk itu pihaknya masih akan terus berburu striker lokal berkualitas. Selain masih menunggu bergabungnya penyerang asing.
Hingga kini, PSIM memang baru mempunyai satu striker yang didukung jam terbang memadai, yakni M Rifky. Pemain asal Sriwijaya FC ini semula sempat alot dalam proses negosiasi dengan manajemen, namun akhirnya deal, kemarin pagi. Namun dalam laga melawan Persebangga, Rifky tidak diturunkan karena masih berada di Yogya.
Kini tinggal dua pemain yang belum deal, yakni Afriyanto dan Agung Prasetyo yang kedua-duanya berposisi di kiper. “Yang jelas kami tidak akan menaikkan harga lagi untuk mereka, itu sudah maksimal. Sekarang kami tinggal menunggu kesanggupan mereka,” ujar Yoyok.

Melawan Persebangga, PSIM menurunkan sejumlah pemain pelapis dengan memasang dua penyerang muda, Johan Arga dan Wisnu Raharjo. Didukung Radikal Idialis, Nova Zaenal, M Irfan dan Eko ‘Kancil’ di lini tengah. M Irfan yang masih kelelahan, karena berangkat belakangan ke Purbalingga setelah deal, kemudian ditarik keluar digantikan Wawan Sucahyo.

Pada babak kedua, PSIM melakukan sejumlah pergantian pemain. Di antaranya Wisnu diganti Rainhard dan Johan diganti Seto Nurdiyantara. Sepanjang laga, PSIM banyak menekan dan mencipta sejumlah peluang, namun tak satupun berbuah gol. PSIM sempat terkena penalti pada menit 75 setelah Jony Sukirto handsball di area terlarang. Namun bola hasil eksekusi pemain tuan rumah bisa diblok kiper Dididk Wisnu.

Seusai laga itu, malamnya rombongan PSIM pulang ke Yogya.Tim asuhan pelatih Hanafing ini dijadwalkan kembali bertanding dalam even sama melawan tim tetangga, PSS Sleman pada Selasa (6/12) mendatang.