Minta Perubahan, PSIM Usul Bank Garansi

JOGJA – Deposit partisipasi sebesar Rp 2 miliar untuk peserta kompetisi kasta kedua dan Rp 5 miliar bagi peserta kompetisi kasta tertinggi ternyata banyak dikeluhkan klub. Ini terungkap dalam Asistensi Klub Professional PSSI wilayah DIJ-Jateng di Hotel Novotel Jogjakarta kemarin (15/8). Sejumlah klub terang-terangan meminta aturan deposit partisipasi itu diubah. PSIM Jogja menjadi salah satu klub yang meminta aturan deposit tersebut diganti dengan aturan lain. Kubu Laskar Mataram mengusulkan aturan ini diganti dengan aturan bank garansi. Maksudnya, setiap tim memiliki rekanan lembaga keuangan yang menjamin finansial mereka selama mengarungi kompetisi profesional. ”Sekarang ini agak lucu. Dulu waktu ada APBD tidak ada aturan deposit. Tapi, sekarang saat APBD sudah tak diperbolehkan, baru deh ada aturan deposit partisipan seperti ini,” ujar Yoyok Setyawan, anggota Dewan Pembina PSIM yang juga delegasi PSIM. Yoyok menambahkan, saat ini hampir semua tim baru saja menjalani masa transisi dari era tim APBD ke tim profesional. Jadi, dia mengharapkan PSSI tidak grusa-grusu menetapkan aturan. Semua harus melalui beberapa tahapan. ”Yang jelas, tadi kami sudah menyampaikan semua aspirasi kami. Semoga saja PSSI segera menindaklanjutinya. Pasalnya, kita kan masih berada dalam masa transisi. Jadi, mohon pengertian dari PSSI,” ujarnya. Jika hingga beberapa hari ke depan belum ada kejelasan dari PSSI, PSIM berniat ke Jakarta. Langkah ini dilakukan karena PSIM memang dikejar waktu untuk memenuhi persyaratan yang ada. Perlu diingat, PSSI akan merampungkan verifikasi klub profesional pada 22 Agustus mendatang. ”Pokoknya, kalau sampai nggak ada progres, kita pasti ke Jakarta kok untuk meminta kejelasan. Saya berharap PSSI masih mau mendengar aspirasi kami,” tuturnya. Selain itu, Yoyok berharap PSSI mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas aspirasi klub-klub peserta asistensi. Namun, dia pesimistis PSSI bersedia menggelar pertemuan lanjutan mengingat mepetnya batas waktu penyerahan kelengkapan syarat dari PSSI. Anggota Satgas Asistensi Klub Professional Catur Agus Saptono menegaskan asistensi yang kini digelar bukan dalam rangka melakukan verifikasi terhadap peserta liga profesional. Verifikasi diadakan dalam rangka membantu klub peserta liga profesional melengkapi berkas-berkas yang akan dicek saat PSSI melakukan verifikasi. ”Pokoknya, hasil dari asistensi ini akan segera kami laporkan ke pusat. Pun demikian dengan keluhan-keluhan yang disampaikan klub. Setelah itu, barulah kita menyatakan sikap,” papar eks anggota Kelompok 78 ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: