PSIM coret Suwita Pata & Indriyanto Nugroho

JOGJA—Keinginan pelatih PSIM Hanafing untuk menggunakan pemain muda tidak tergoyahkan. Bahkan, pemain berpengalaman pun tidak luput dari pencoretan yang dilakukan eks pelatih PSIS Semarang itu.

Nasib sial dialami pemain berpengalaman Suwita Pata dan 36 pemain lainnya. Mereka terpaksa harus pulang lebih awal karena dicoret di seleksi tahap I yang dilakukan kubu PSIM.

Padahal, Suwita memiliki pengalaman di kancah sepak bola Indonesia cukup lama. Setidaknya pemain kelahiran Bandung itu pernah memperkuat PSS Sleman, PSIS Semarang, Persib Bandung serta pernah menjadi pemain nasional Indonesia.

Pelatih PSIM, Hanafing mengatakan, pihaknya tidak membutuhkan nama besar dan pengalaman yang dimiliki sejumlah pemain veteran yang mengikuti seleksi di PSIM.

Dirinya lebih membutuhkan pemain muda yang lincah dan atraktif serta memiliki kemampuan di atas pemain lama yang dipertahankan.

“Yang kami butuhkan pemain yang di atas pemain kami. Bukan yang memiliki kemampuan sama dengan pemain lama kami,” kata pelatih berlisensi A AFC itu, di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Selasa (20/9).

Adapun Suwita Pata sendiri datang ke Stadion Mandala Krida, sesaat saat seleksi dilakukan. Pria yang tercatat sebagai PNS di Bandung itu terpaksa harus kembali mengangkat koper yang dibawanya setelah diberi kesempatan bermain 15 menit.

Tak hanya Suwita, tiga pemain eks PSIS Semarang juga mengalami nasib yang sama. Dicky Fajar, Aris Indarto dan Indriyanto Nugroho. Sementara untuk Eko Purjianto tetap dipertahankan dan bakal dipantau beberapa hari ke depan.

Selain Eko, Hanafing juga menyisakan delapan pemain lainnya. Didik Wisnu, Syamsuriadi, Anggun B, Romli, Safisari, Mozad, Fadli Sanusi, Andi Rizky P dipertahankan untuk sementara wakyu. “Mereka akan kami lihat lagi dalam beberapa hari ke depan,” sambung Hanafing.

Sementara mengenai pemain yang mungkin bakal didatangkan untuk menambal skuat yang ada, Hanafing kembali menandaskan dirinya tidak akan membawa pemain. Langkah ini dilakukan mengingat keinginannya untuk tetap menjaga kredibilitas posisinya sebagai pelatih sekaligus instruktur nasional pelatih berlicensi AFC.

“Tidak. Dari awal saya tegaskan saya tidak bawa pemain. Yang jelas kalau ada yang datang harus muda, dan memiliki skill yang di atas rata-rata pemain kami. Untuk pemain tua, cukup dua hingga tiga pemain di musim depan. Dan pemain tua itu harus bisa jadi panutan bagi yang lain,” ucapnya.(Harian Jogja/Jumali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: