PSIM Sayangkan Perubahan Format

YOGYA (KR) – Direktur Utama PT PSIM Jogja Yoyok Setiawan SE menyayangkan berubah-ubahnya format kompetisi yang hanya diputuskan oleh anggota komite eksekutif PSSI. Yoyok pun melihat adanya kepentingan tertentu dibalik penentuan format kompetisi, terutama mengenai peserta Liga Super Indonesia (LSI) yang akhirnya berjumlah 24 klub.
“Format kompetisi yang sudah berjalan selama ini seharusnya tetap dipertahankan. Kalau mau mengubahnya harus melalui kongres. Tidak bisa hanya diputuskan oleh anggota komite eksekutif,” ungkap Yoyok yang ditemui KR disela-sela menyaksikan seleksi PSIM di Stadion UNY, Jumat (23/9) sore kemarin.
Bagi PSIM, menurut Yoyok perubahan format kompetisi di Level I itu sebenarnya tidak begitu berpengaruh. Karena sejak awal PSIM telah memutuskan untuk tetap berkompetisi di Liga Utama (Level II), sesuai dengan hasil kompetisi sebelumnya.
Sedangkan pelatih PSIM Hanafing mengaku kesulitan mencari tambahan kiper dan striker untuk memenuhi kebutuhan tim dalam menghadapi kompetisi mendatang. Sejumlah kiper yang mengikuti seleksi, dinilai tak layak secara teknis. Bahkan untuk posisi striker, sangat terbatas jumlahnya.
“Kasihan Elthon Maran yang kita pasang terus dalam game, karena memang tidak ada striker lainnya. Beruntung fisik anak ini kuat,” ungkap Hanafing disela-sela memimpin seleksi, kemarin sore.
Seleksi tertutup PSIM telah berakhir kemarin sore. Para pemain selanjutnya menjalani tes fisik di Stadion UNY, pagi ini. Untuk seleksi khusus pemain dari klub anggota, dimulai, Senin (26/9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: