Tiga Pilar Tak Masuk Rencana,Senin Seleksi Pemain Klub Anggota

GONDOKUSUMAN- Tiga pemain yang musim lalu mengisi skuat PSIM Jogja resmi dicoret. Otot Herman Prakoso, M Reza Fandofa, dan M Syarif Julianda tidak masuk dalam rencana tim yang akan diusung Hanafing selaku arsitek Laskar Mataram. Tanda-tanda tidak dipakainya tiga pemain ini sudah tercium saaat mereka tidak terlihat dalam tes fisik di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY kemarin (24/9). Direktur Teknik PSIM Jogja Dwi Irianto mengucapkan terima kasih kepada tiga pemain ini. Mbah Putih sebutan Dwi Irianto mengatakan kontribusi dari ketiga pemain ini cukup besar saat PSIM menjadi kuda hitam di wilayah 2 Divisi Utama musim lalu.
’’Mereka bertiga bermain sangat baik selama musim lalu. Terutama Otot, yang memang sering diturunkan pelatih Maman Durachman. Dia adalah pilar ketika kami tampil baik di musim lalu,” terang Mbah Putih.
Menurutnya, pencoretan ini semata-mata karena mereka bertiga tidak masuk dalam rencana pelatih Hanafing. Pemain yang dicoret bukan berarti tidak bagus, namun mereka semata-mata dianggap kurang mampu beradaptasi dengan pola permainan Hanafing.
’’Pelatih Hanafing menilai sebenarnya mereka adalah pemain bagus. Namun sayangnya merreka dianggap kurang mampu beradaptasi dengan pola. Jadi terpaksa kami mencoret mereka,” tambahnya.
Ia yakin, tiga pemain ini segera mendapatkan klub. Meskipun dua diantaranya, Reza dan Syarif hampir dapat dikatakan sebagai cadangan mati, Mbah putih berpendapat akan banyak klub yang membutuhkan tenaga mereka.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Nirwana Persada Indonesia (NPI), Yoyok Setyawan mengatakan, belum tertutup kemungkinan untuk para pemain yang dicoret kembali membela PSIM musim ini. Jika pemain ada pemain pilihan yang tidak sepakat dengan nilai kontrak yang diajukan PSIM, bisa jadi mereka kembali dipanggil.
’’Yang dicoret itu belum tentu nggak membela PSIM musim ini. Kalau pemain pilihan ada yang nggak deal, mereka kan bisa jadi serep,” ujarnya.
Senin (26/9) nanti, PSIM akan menyeleksi para pemain dari klub anggota. Nantinya, para pemain yang terjaring akan diberikan status pemain magang. Usia para peserta juga dibatasi, yaitu tidak boleh lebih dari 22 tahun.(Radar Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: