31 Pemain bersaing di PSIM

JOGJA—Pelatih PSIM Hanafing belum memberikan keputusan siapa saja yang bakal tersingkir di seleksi tahap kedua. Eks pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar itu masih menyisakan 31 pemain baik muka lama dan baru bersaing dalam skuat Laskar Mataram.

Melihat daftar pemain dan pola 4-4-2 yang akan dimainkan, persaingan perebutan posisi paling ketat berada di lini tengah dan belakang.

Di posisi back dan stopper, sejumlah pemain lama seperti Jefri Prasetyo, Andri Wirawan, Joni Sukirta dan Abda Ali bersaing ketat dengan dua pendatang baru, Eko Pujianto dan Zaenal.

Adapun di sektor sayap, persaingan dari pemain lama bisa dibilang tidak terlalu mencolok. Hanya ada satu nama pemain anyar namun memiliki segudang pengalaman, yaitu M Irfan, yang mencoba peruntungan di PSIM. Pemain asli Tegal itu bersaing ketat degan FX Harminanto, Dean Fauzi, Tulus Saptianto, Topas Pamungkas dan Yusuf Hamzah.

Sedangkan di sektor gelandang Eko Kancil, Nova Zaenal dan Steven Anderson harus bersaing keras dengan dua pendatang baru yang memiliki kecepatan Romli dan Radikal Idealis. Sementara persaingan yang tidak begitu panas justru terjadi di lini penjaga gawang dan striker.

Kendati saat ini terdapat tiga pemain lama, yakni Wawan Sucahyo, Elthon Maran dan Yanuar Ruspuspito, dua pesaing baru yang mengikuti seleksi di posisi penyerang masih memiliki kekuatan yang selevel, yakni Lutfi dan Tri Ari.

Adapun di lini kiper, persaingan Agung Prasetyo dan Ony Kurniawan, dengan tiga kiper yang ada Putut, Ryan dan Didik Wisnu masih terlihat kurang begitu panas.

Direktur Teknik PT PSIM, Dwi Irianto mengakui dari 31 pemain seleksi yang lolos di tahap kedua ini persaingan paling kentara berada di lini belakang, dan tengah. Di kedua posisi itu pemain lama harus bersaing ketat dengan sejumlah pemain baru yang dinyatakan lolos seleksi jika ingin tetap memakai baju biru PSIM.

“Dengan penggunaan pola 4-4-2 yang diisyaratkan Hanafing, dari daftar pemain yang lolos di seleksi tahap kedua ini memang lini tengah belakang persaingan cukup ketat dan panas. Hal ini cukup berbeda dibandingkan dengan lini depan dan kiper. Namun soal keputusan dipertahankan atau tidak semua bergantung pada Hanafing,” kata Dwi kepada Harian Jogja Express di Wisma PSIM, Selasa (27/9).

Pria yang akrab dipanggil Mbah Putih itu menandaskan, hingga saat ini pihaknya memang masih menunggu kembalinya mantan pemain nasional itu ke Jogja. Diharapkan sekembali dari izin selama sepekan, Hanafing sudah memiliki gambaran dan kerangka tim yang jelas untuk PSIM di kompetisi mendatang.

“Mungkin Senin dia sudah kembali. Hanafing juga harus mempertimbangkan mengenai kemungkinan penggunaan striker asing dan gelandang serang asing nantinya,” ucapnya.

Adapun Direktur Utama PT PSIM sekaligus Direktur PT Nirwana Persada Indonesia (NPI) Yoyok Setyawan mengatakan, pihaknya kemungkinan tidak akan melakukan seleksi terbuka lagi mulai pekan depan. Manajemen kemungkinan hanya akan melakukan seleksi tertutup terhadap pemain yang diundang untuk menutup kekurangan skuat yang ada.

“Yang saat ini masih minim kan kiper dan striker. Mungkin kami akan datangkan striker lokal dan asing nanti. Namun kami akan lihat dulu perkembangan yang ada,” pungkas mantan GM PSIM 2005 itu.(Harian Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: