Sabar Menunggu Realisasi

Para pemain PSIM Jogja diminta bersabar menanti kepastian masalah kontrak. Manajemen hanya memastikan akan mengusahakan minggu depan target tersebut bisa direalisasikan. Namun sebelum dikontrak, pemain terlebih dahulu harus direkomendasikan calon pelatih PSIM Jogja Hanafing.
’’Saya berharap minggu depan pemain sudah dapat dikontrak, Namun, ketidakjelasan di PSSI adalah kendala utama kita. Coba bayangkan kalau saat ini pemain sudah dikontrak padahal kompetisi kapan bergulirnya aja nggak jelas,” tandas Direktur Teknik PSIM Jogja Dwi Irianto usai makan bersama di sebuah resto di Jambon Gamping Sleman kemarin.
Mbah Putih, sapaan akrab pria kelahiran Blitar ini berharap, para pemain tidak ikut-ikutan kisruh yang ada di tubuh PSSI. Pemain harus fokus pada PSIM. Ia juga juga berharap di era professional ini, perilaku pemain juga harus profesional. Ia meminta semua pemain membatasi waktu “keluyuran” dan mengurangi begadang. Karena selain teknik, manajemen menginginkan pemain yang matang secara mental dan kuat secara fisik.
’’Di era profesional seperti ini perilaku pemain juga harus professional. Selain itu, mental juga harus lebih terasah agar mereka siap menghadapi kompetisi Divisi Utama,’’ tambahnya.
Secara khusus, Dwi juga meminta para pemain bisa menyiapkan masa depannya. Ia mencontohkan banyak sekali eks pemain sepakbola yang terlantar setelah pensiun dari duni sepakbola. Karena itu, Dwi Irianto mewanti-wanti pemain agar memiliki rencana masa depan. Ia tidak ingin jika mantan punggawa PSIM mengalami kesulitan hidup setelah memutuskan gantung sepatu
Dalam kesempatan ini, Direktur Tekninik PSIM, Dwi Irianto menghimbau agar para pemain PSIM memliki rencana untuk masa depan. Ia mengatakan, jangan sampai mereka hanya mentok di PSIM. Para pemain juga harus menggantungkan cita-cita setinggi langit agar karier mereka cenerlang. ’’Kalian harus punya cita-cita yang tinggi. Misalnya memilki impian main di klub yang lebih elite atau bermimpi menjadi ikon di PSIM,” ujar Mbah Putih.
Ia berharap jangan sampai setelah pension nanti, nasib para pemain menjadi tidak jelas. Pria yang juga menjabat sekretaris PSSI Pengprov DIJ ini berharap pemain memiliki kegiatan jelas saat memasuki masa gantung sepatu. ’’Lihat saja, banyak sekali mantan pemain sepakbola yang nasibnya terkatung-katung. Mereka tidak memiliki visi yang jelas. Jangan sampai pemain-pemain yang saat ini membela PSIM bernasib sama seperti mereka,” tambahnya.
Tak semua awak PSIM Jogja ikut dalam acara makan-makan ini. Toh tetap saja tercipta suasana kekeluargaan diantara para awak tim. Acara ini bermanfaat untuk megakrabkan antara satu dan lainnya, ’’Pokoknya kita disini berkumpul dengan suasana kebersamaan. Sayang beberapa pemain nggak dapat hadir seekarang,” ujar pelatih PSIM yang sebentar lagi turun pangkat menjadi asisten Maman Durachman.(Radar Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: