Hanafing hanya rekomendasikan 10 pemain

JOGJA—Pelatih PSIM, Hanafing hanya merekomendasikan 10 pemain dari 31 pemain seleksi yang lolos ke tahap kedua. Dengan kondisi itu ancaman pencoretan besar-besaran bisa saja terjadi dalam proses seleksi PSIM kali ini.

“Ada 10 pemain yang memang telah saya rekomendasikan. Saya minta manajemen untuk segera melakukan negosiasi terhadap mereka. Mengenai siapa silakan tanya manajemen aja,” kata Hanafing, seusai memimpin jalannya latihan yang digelar di Stadion Mandala Krida, Senin (3/10) sore.

Meski enggan menyebutkan siapa saja, namun eks pemain Timnas itu mengakui, kesepuluh pemain itu kemungkinan bisa masuk dalam susunan 18 pemain inti yang direncanakannya. Saat ini sendiri, Hanafing mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan pemain di posisi striker, gelandang, wing back dan kiper.

“Yang paling mendesak adalah kiper dan striker,” tandas pelatih berlisensi A AFC itu.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan yang dikonfirmasi terkait dengan permintaan Hanafing, mengaku pihaknya mulai akan melakukan negosiasi terkait dengan keberadaan pemain yang direkomendasikan.

Yoyok sendiri enggan membeberkan kesepuluh pemain yang direkomendasikan Hanafing.

Tak hanya itu, manajemen juga tengah berusaha mengikat keberadaan Hanafing. “Pelatih dulu, pemain nanti menyusul. Secepatnya,” jawab Yoyok singkat.

Di sisi lain, Hanafing juga harus ekstra bersabar dengan keberadaan 31 pemain seleksi yang rencananya tetap akan dipertahankan hingga akhir pekan depan. Meski harus kembali mengajarkan teknik dasar, pria asal Makassar itu mengaku belum akan melakukan pencoretan.

“Belum akan ada pencoretan pekan ini. Akan kami bina dulu, karena pencoretan sendiri baru akan saya lakukan kalau sudah ada yang datang. Kalau belum, ya kita usahakan untuk dibina dulu,” ungkap Hanafing.

Untuk memaksimalkan waktu yang ada, seiring dengan belum adanya kejelasan kapan kompetisi Divisi Utama bakal digelar, Hanafing mengaku bakal melakukan pembenahan teknik dasar masing-masing individu.

“Banyak teknik dasar yang salah. Aduh, bagaimana ini? Saya kan harus melakukan pembenahan individu dulu baru setelah itu kerja sama dan tim,” pungkas Hanafing.(Harian Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: