Anggaran PSIM bakal membengkak

JOGJA–Di Kompetisi Divisi Utama 2011/2012 mendatang PSIM memang tidak akan menggunakan APBD Kota Jogja dalam pembiayaan tim.

Tim tertua DIY ini akan sepenuhnya di-back up PT Nirwana Persada Indonesia (NPI), sebuah PT bentukan antara PSIM dengan sejumlah grup bisnis yang mengusahakan pembiayaan bagi tim kebanggaan warga Kota Jogja itu. Namun, bukan berarti membuat kubu Laskar Mataram tenang.

Pasalnya, jika kompetisi level kedua tertinggi di tanah air ini dimulai Desember, atau seusai SEA Games, dipastikan berpengaruh signifikan terhadap keuangan tim.

“Kalau Desember jelas akan terjadi pembengkakan. Mengenai berapa besarannya, kami akan bahas dalam rapat di Wisma PSIM besok [hari ini],” kata Direktur Keuangan PSIM, Iriantoko Cahyo Dumadi, kepada Harian Jogja, Minggu (9/10).

Eks anggota DPRD Kota Jogja itu mengungkapkan, pembengkakan yang signifikan bakal dialami pada persiapan tim. Selama melaksanakan persiapan awal sejak pertengahan September hingga saat ini sendiri, PSIM telah menghabiskan anggaran sedikitnya Rp60 juta.
Besaran anggaran itu, habis digunakan untuk sewa lapangan, konsumsi, akomodasi dan kebutuhan latihan. Sementara untuk down payment pemain dan pelatih hingga kini juga belum dilakukan kubu PSIM.

”Penandatanganan kontrak akan disodorkan kalau format kompetisi sudah jelas nantinya. Untuk saat ini baru form pelengkap data awal pemain,” kata Direktur Teknik PT PSIM Dwi Irianto menambahkan.

Di dalam perhitungan awal yang dilakukan manajemen, PSIM membutuhkan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk melakoni kompetisi musim ini. Besaran itu, dirasa cukup untuk membawa tim promosi ke ISL musim depan. ”Sekitar Rp7 miliar yang kami butuhkan untuk kompetisi kali ini,” tandas Yoyok Setiawan, Direktur Utama PT PSIM terpisah.

Namun dengan pertimbangan kemungkinan penggunaan format kompetisi empat wilayah untuk Divisi Utama, dipastikan selain berdampak pada penganggaran juga berdampak pada komposisi tim yang ada.

Direktur Utama PT NPI, M Zein mengatakan dengan mengacu pada keikutsertaan 44 tim dan pembagian empat wilayah, dipastikan PSIM hanya akan melakoni 10 kali laga.

”Kalau jadi pakai empat wilayah, kami tidak perlu banyak pemain. Cukup 24 pemain dalam tim sudah cukup. Apakah nanti pakai tiga [pemain] asing atau cukup dua asing, kita lihat perkembangan yang ada,” pungkas eks exco PSSI era kepengurusan Nurdin Halid itu. (Harian Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: