PSIM pincang

JOGJA—PSIM bakal menjalani tiga laga uji coba selama sepekan ke depan. Namun, di tengah kesiapan menghadapi dua laga melawan tim kasta tertinggi, Persiraja Banda Aceh, Rabu (2/11) dan Persijap Jepara (4/11) serta tim Divisi Utama, Persepal Palangkaraya, Senin (7/11) mendatang petaka justru terjadi di tubuh skuat Laskar Mataram.

Tim besutan Hanafing itu terancam pincang. Hal ini menyusul absennya sejumlah pemain yang diproyeksikan menjadi pilar utama di musim mendatang.

Dari pantauan Harian Jogja sebanyak lima pemain yang tercatat absen mengikuti latihan game di latihan kemarin sore. Dari posisi yang ada, stopper lah yang paling rawan.

Hal ini menyusul absennya dua palang pintu utama PSIM, Abda Ali dan Jony Sukirta. Meski keduanya terlihat di lapangan, namun keduanya hanya melakukan latihan ringan dan tidak mengikuti latihan game.

“Saya dan Joni enggak bisa. Joni kena [cedera] saat kemarin masuk di babak kedua melawan Orion. Dan saya kena di bagian belakang dengkul,” kata kapten tim Abda Ali kepada Harian Jogja di sela-sela latihan yang digelar di Stadion Mandala Krida, Senin (31/10).

Kondisi yang dialami posisi stopper ini diperparah dengan absennya, Eko Pujianto, pilar lain yang mengisi posisi stopper. Eks PSIS Semarang itu absen dalam latihan sore kemarin dan terancam absen saat melawan Persiraja Banda Aceh.

Dengan absennya tiga pilar di posisi palang pintu, kubu PSIM hanya menyisakan satu pemain di posisi stopper, yakni Andri Wirawan.

“Eko absen. Dia tadi izin, katanya ibunya sakit. Dia pulang ke Padang. Mudah-mudahan besok [hari ini], dia bisa sudah bisa bergabung latihan,” kata pelatih PSIM Hanafing.

Pelatih berlisensi A AFC itu sendiri mengaku terpaksa bakal memaksimalkan pemain yang ada, jika memang dalam perkembangannya Eko gagal bergabung saat PSIM menjalani laga uji coba dengan anak asuh Herry Kiswanto. Sejumlah skenario pun telah disiapkan, termasuk menggeser beberapa pemain agar bisa diduetkan dengan Andri Wirawan.

“Ngak ada jalan lain. Kalau memang Eko belum bisa datang, saya gunakan pemain yang ada dulu,” terang mantan pemain Niac Mitra itu.

Mengenai siapa yang bakal diplot mengisi posisi palang pintu? Instruktur pelatih nasional itu pun mengungkapkan mengenai kemungkinan pemasangan pemain yang ada. Bisa saja, Dean Fauzi bakal digeser dan dijadikan stopper untuk membantu peran Andri Wirawan. Tak hanya itu, Hanafing pun bisa saja menggunakan pola 3-5-2 mengingat posisi stopper yang pincang.

“Ada beberapa yang bisa saya perankan di posisi itu,” tandasnya.

Selain kendala di posisi palang pintu, di laga melawan Persiraja, Hanafing dipastikan juga bakal tidak bisa melihat performa beberapa striker baru yang baru saja bergabung. Hal ini menyusul, absennya dua striker baru, Reinhard (eks Pra PON Papua Barat) dan M Rifky (eks Sriwijaya FC) laga tersebut. “Rifki izin pulang, anaknya sakit. Jadi tadi enggak ikut latihan. Mudah-mudahan dia cepat bergabung,” imbuh Hanafing.

Praktis dengan absennya dua striker itu, Hanafing hanya akan mampu memaksimalkan dua pasang striker lokal yang ada saat ini. Pilihan pertama Elthon bakal dipasangkan dengan Wawan Sucahyo di lini depan. Sedangkan Yahya Sosomar bakal disandingkan dengan Tri Ari.

“Kita lihat nanti. Di laga kali ini saya hanya ingin lihat bagaimana transisi anak-anak,” pungkasnya.(Harian Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: