PSIM daftar di dua komptisi

JOGJA—PSIM memutuskan untuk mendaftarkan diri dalam kompetisi Divisi Utama baik yang akan diputar PT Liga Indonesia (PT LI) maupun PT Liga Prima Indonesia Sportindo.

Keputusan itu diambil PSIM karena hingga kini belum adanya kejelasan dalam kompetisi Divisi Utama.

“Hasil rapat sore ini [kemarin], kami putuskan mendaftar di PT LI. Hal ini kami lakukan bukan apa-apa, tapi karena memang saat ini kondisinya juga belum jelas,” kata Ketua Umum PSIM, Haryadi Suyuti kepada wartawan seusai menggelar rapat manajemen, di Wisma PSIM, Senin (21/11).

Wakil Walikota Jogja itu sendiri membantah jika dikatakan pihaknya dikatakan bakal mengikuti dua kompetisi yang digelar. Dirinya mengaku lebih memberikan apresiasi jika dikatakan mendaftarkan diri. Hal ini dilakukan menyusul belum adanya kejelasan dan ketentuan dari PSSI jika mendaftar di dua operator kompetisi itu bakal terkena masalah.

“Bukan ikut. Tapi kami mendaftar, ini yang perlu dicatat. Soal nanti mana yang bakal diikuti kita lihat bersama-sama. Kami memilih jalan ini tentu bukan tanpa alasan. Lagian juga tidak ada ketentuan dari PSSI harus ke mana,” terang Haryadi.

Selain mempertimbangkan kondisi yang ada saat ini, pria yang sebentar lagi menjadi Walikota Jogja itu mengaku pihaknya juga mempertimbangkan hal lain kenapa akhirnya Laskar Mataram mendaftar di PT LI.

“Kami juga tidak ingin kehilangan momentum, selain melihat kapabilitas dari PT LI juga,” terangnya.

Di sisi lain dualisme yang diperlihatkan PSIM dengan mendaftar di dua operator kompetisi belum sepenuhnya mendapatkan kejelasan dari pihak PT Nirwana Persada Indonesia (NPI). Perusahaan yang didirikan untuk membantu keuangan bagi PSIM musim ini belum memberikan statement resmi terkait dengan tindakan yang bakal dilakukan.

“Saya masih di Kuala Lumpur. Soal masalah itu silakan sama Mas Yoyok dulu,” ucap Direktur Utama PT NPI, M Zein lewat SMS singkat kepada Harian Jogja.

Sementara sikap mendua yang dilakukan manajemen PSIM mendapatkan tanggapan dari pelatih PSIM, Hanafing. Pelatih berlisensi A AFC itu mengaku tidak mempermasalahkan terkait dengan sikap manajemen. Sejauh ini, Hanafing mengaku tetap akan berjalan di rel yang dijalaninya.

“Enggak masalah. Toh sekarang juga belum ada perkembangan yang signifikan. Saya sebagai pelatih tentu tetap akan terus menyiapkan tim sesuai dengan tugas saya,” ungkap mantan pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar itu.

Apa yang diungkapkan instruktur pelatih nasional itu sekaligus menjawab keraguan yang ada. Sebelumnya Hanafing memang sempat ragu terkait dengan kemungkinan jika manajemen PSIM memilih PT LI, maka status dia sebagai satu dari tiga trainer berlisensi A AFC bakal terancam.(Harian Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: