Uji coba PSIM dengan Pra PON Kaltim batal

JOGJA—Uji coba PSIM sebagai persiapan menghadapi kompetisi Divisi Utama gagal lagi. Faktor keamanan dituding menjadi biang dari kegagalan itu.

Padahal pelatih PSIM, Hanafing berkeinginan memaksimalkan persiapan jelang Piala Bupati Purbalingga, 1-6 Desember mendatang dengan menggelar sejumlah uji coba. Hanya, konflik antara dua wadah suporter Laskar Mataram membuat  mantan pelatih PSIS Semarang dan PSM Makassar ini kembali membatalkan laga uji coba melawan Pra PON Kaltim, sore ini.

Pembatalan laga sendiri bukan kali pertama dilakukan kubu PSIM. Sebelumnya, Abda Ali dan kawan-kawan juga gagal menjamu Beruang Madu, Persiba Balikpapan, Rabu (23/11) di Stadion Mandala Krida. Pertimbangan keamanan menjadi persoalan utama yang membuat gagalnya uji coba.

“Saya tidak ingin ambil risiko. Selama masih ada permasalahan yang sama, uji coba di kandang sepertinya harus ditinjau kembali. Kalau dibilang tidak maksimal untuk persiapan menghadapi Piala Bupati Purbalingga tentu. Namun, mau bagaimana lagi, ini force major,” kata arsitek berlisensi A AFC itu kepada Harian Jogja, Kamis (24/11).

Apa yang diungkapkan Hanafing pun diamini Direktur Utama PT PSIM, Yoyok Setyawan. Mantan GM PSIM 2005 itu mengungkapkan laga uji coba dengan Pra PON Kaltim memang dibatalkan. Pihaknya merasa persiapan yang dilakukan Hanafing dengan melakukan latihan pagi sore sudah cukup jelang bertemu PSCS Cilacap, Persebangga Purbalingga dan PSS Sleman itu.

“Ngak ada uji coba. Sudah cukup, kita lihat saja nanti di Piala Bupati Purbalingga,” ucapnya.

Adapun untuk mengisi waktu karena batalnya laga uji coba dengan anak asuh Rudi Keltjes itu, Hanafing mengaku tetap akan melakukan latihan game. Nantinya tim akan dibagi menjadi dua yakni tim A dan B seperti sesi latihan yang digelar di Stadion Mandala Krida, Rabu (23/11) lalu. Di sesi tersebut, mantan pemain Niac Mitra itu bakal kembali melihat sejauh mana sentuhan dan pola permainan yang ada.

“Ya, kami gelar game saja seperti kemarin. Memang tidak maksimal, tapi taktisnya anak-anak pasti akan terlihat,” paparnya.

Disinggung mengenai kekuatan lawan, Hanafing mengaku secara kualitas kemungkinan penampilan PSCS dan PSS Sleman akan sama dengan PSIM. Kendati diperkuat sejumlah pemain asing baik PSS maupun PSCS dirasa memiliki level yang sama dengan pemain PSIM. “Secara teknis dan materi mungkin akan sama, jadi tidak akan ada masalah,” terang mantan pemain Timnas itu.

Diungkapkan Hanafing, belum datangnya legiun asing ke PSIM dipastikan membuat pihaknya akan memaksimalkan keberadaan pemain lokal yang ada. Sejumlah rancangan permainan pun telah disiapkan jelang Piala Bupati Purbalingga dan kompetisi. “Kami akan lihat nanti apakah pemain lokal saja sudah cukup untuk kompetisi mendatang, mengingat hingga kini juga pemain asing belum datang,” pungkas Hanafing.(Harian Jogja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: